UTS HPI

Card Set Information

Author:
Anonymous
ID:
267680
Filename:
UTS HPI
Updated:
2014-03-24 13:57:17
Tags:
HPI
Folders:
science
Description:
about HPI
Show Answers:

Home > Flashcards > Print Preview

The flashcards below were created by user Anonymous on FreezingBlue Flashcards. What would you like to do?


  1. *Bagaimana definisi Kafa’ah secara bahasa ?
    Kesetaraan atau mumatsalah
  2. *Bagaimana definisi Kafa’ah secara terminologi fiqh ?
    Kesetaraan antara calon pengantin dalam hal-hal tertentu untuk menghindari ketimpangan.
  3. *Apa landasan hukum kafa’ah ?
    ثلاثة لا تؤخرهن الصلاة إذا أتت والجنازة إذا حضرت والأَيِّم إذا وجدت كفوا

    “Tiga perkara yang tidak boleh diakhirkan ketiganya yaitu shalat, apabila telah datang, Jenazah apabila telah hadir, dan seorang gadis apabila telah menemukan calonnya yang sekufu “

    Note : Kufu itu pihak perempuan dan walinya yang membutuhkan kafaah dari laki-laki, bukan sebaliknya. Maka laki-laki tidak membutuhkan kafaah dari seorang perempuan.
  4. *Bagaimana urgensi hukum kafaah ?
    1. Mayoritas Ulama (Empat madzhab)

    Kafaah merupakan syarat luzum (sah akad tapi belum mengikat). Sehingga jika terjadi perkawinan tanpa kafaah, maka wali berhak menuntut pembatalan perkawinan tersebut.

    2. Menurut Hasan Bashri dan Al-Tsawriy : tidak menjadi syarat apapun, melainkan hanya kesempurnaan saja.
  5. *Bagaimana hukum taklifi kafa’ah ?
    • 1. Hanafiyah dan Hanabilah :
    • Wajib ada kafa’ah, maka haram jika wali mengawinkan bukan dengan sekufu, kecuali seizing yang dikawinkan.

    2. Malikiyyah : Boleh

    3. Syafi’iyyah : makruh meninggalkan kafa’ah, meskipun seizin yang dikawinkan, kecuali janda.
  6. *Apa yang menjadi parameter kafa’ah menurut para ulama ?
    1. Haafiyyah : ketakwaan, kemerdekaan, keturunan, kekayaan, pekerjaan

    2. Malikiyyah : Ketakwaan dan keadaan fisik

    3. Syafi’iyyah : Ketakwaan, kemerdekaan, keturunan, keadaan fisik, pekerjaan.

    4. Hanabilah : Seperti Hanafiyyah.

    Note : yang menetapkan kekayaan Hanafiyyah dan Hanabilah, kemudian yang mentapkan fisik hanya Syafi’iyyah dan Hanabilah, yang tidak memperdulikan nasab hanya Malikiyyah.
  7. *Apa yang dimaksud dengan kekayaan dalam kafa’ah ?
    Yang dimaksud dengan kekayaan dalam kafa’ah bukan kemewahan melainkan sekedar kemampuan membayar mahar dan memberi nafkah.
  8. *Apa yang dimaksud dengan nikah tafwidl ?
    Wali mujbir menikahkan tanpa mahar

    Wanita mengizinkan wali mengawinkan tanpa mahar
  9. *Bagaimana teknis nikah tafwidl ?
    - Tidak menyebutkan mahar pada saat akad

    - dari awal menyaratkan tanpa mahar
  10. *Sebutkan konsekuensi hukum nikah tafwidl !
    - Akad nikah sah

    - mahar bukan wajib karena akad

    - Mahar jadi wajib karena dukhul

    - Sebelum dukhul, istri berhak meminta penentuan mahar

    - Saat suami menentukan mahar, disyaratkan berdasarkan ridla istri

    - Nilai mahar harus diatas mahar mitsil

    - Jika berselisih, maka hakim menentukan dengan mahar mitsil

    - jika cerai sebelum ada penentuan mahar, maka mahar tidak wajib

    - jika dukhul sebelum ada penentuan mahar, maka wajib dibayar mahar mitsil

    - jika mati sebelum ada penentuan mahar, maka wajib mahar mitsil sepenuhnya
  11. *Apa yang dimaksud dengan nusyuz ?
    Nusyuz secara bahasa berasal dari Nasyazat-Nusyuzan Almar’atu ala Zaujiha artinya wanita mendurhakai suaminya.

    Menurut istilah, nusyuz adalah pelanggaran yang dilakukan oleh seorang istri terhadap kewajibannya yang ditetapkan oleh Allah agar taat kepada suaminya.
  12. *Apa landasan hukum Nusyuz ?
    An-Nisa ayat 34 : فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ قَـٰنِتَـٰتٌ حَـٰفِظَـٰتٌ۬ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ‌ۚ وَٱلَّـٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِى ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّ‌ۖ 

     Artianya :

    • Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri [1] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara [mereka] [2]. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya [3], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur
    • mereka, dan pukullah mereka.
  13. *Bagaimana pembagian nusyuz laki-laki dan perempuan ?
    - Nusyuznya seorang suami ialah melakukan pencacian atau pemukulan dan berpaling dari istrinya (tidak mau menggauli dan tidak mau memberikan haknya)

    - Nusyuznya seorang wanita diantaranya ialah :

    a. tidak cepat menjawab suaminya berdasarkan bukan kebiasaan

    b. tidak nyata atau tidak jelas penghormatan kepada suaminya

    c. mendatangi suami dengan bosan, jemu atau dengan muka yang cemberut

    d. seorang istri yang tidak mau atau menolak jika diajak berhubungan suami istri
  14. * Apa akibat hukum dari nusyuz ?
    Menurut jumhur ulama

    Istri : tidak berhak mendapatkan nafkah, kemudian apabila suaminya meninggal maka tidak mendapat waris.

    Untuk nusyuz suami : istri mendapat hak untuk melaporkan ke pengadilan dan meminta hakim untuk menasehati.
  15. *Bagaimana cara penyelesaian nusyuz ?
    1. Apabila istri yang nusyuz :

    - Menasehati dengan tegas

    - berpisah tempat tidur

    - ada kontak fisik

    2. apabila suami nusyuz :

    Islah
  16. *Apa definisi Syiqaq menurut bahasa dan Istilah ?
    Menurut bahasa : perselisihan, perpecahan, permusuhan, pertentangan, atau persengketaan.

    Menurut istilah : perselisihan suami istri yang diselesaikan oleh dua orang hakam dari kedua pihak.
  17. *Jelaskan perihal dosa ketidaktaatan istri beserta rinciannya !
    1. Dosa saja, sehingga suami berhak memberi pelajaran

    2. Dosa serta nusyuz, sehingga mendapat siksa dari Allah dan nafkahnya hilang.

    Rinciannya :

    1. Dosa saja

    - Yang berkaitan dengan pelanggaran hak Allah seperti  sholat dan puasa.  Menurut jumhur ulama boleh sampai memukul, kecuali menurut Syafi’iyyah.

    - Bersikap tidak baik

    - Tidak berkhidmat (Menurut Ibnu Taymiyyah)

    2. Dosa dan Nusyuz

    - Yang berkaitan dengan pelanggaran hak Allah (Menurut Malikiyyah)

    - Yang berkaitan dengan hak akad perkawinan
  18. *Sebutkan jenis-jenis nusyuz !
    1. IStri menolak melayani (berhubungan intim) tanpa ada hak atau larangan syar’i

    2. Istri menolak hubungan intim yang pertama, padahal mahar sudah dibayar

    3. Istri menolak suaminya masuk rumah tanpa ada alasan yang logis

    4. Istri dipenjara karena ulah sendiri

    5. Istri menolak diajak bepergian oleh suami, tanpa ada alasan yang logis.

    6. Istri menolak diajak pindah rumah oleh suami, tanpa ada alasan yang logis.

    7. Istri keluar rumah tanpa ada alas an yang logis atau untuk kepentingan orang lain.
  19. * Bagaimana penanganan nusyuz ?
    1. Dinasehati

    2. di hijr (Boikot)

    - dengan ucapan, tidak diajak ngomong maksimal 3 hari (Mayoritas ulama)

    - dengan perbuatan, pisah ranjang, sampai berubah sikapnya (Syafi’iyyah dan Hanabilah), Menurut Malikiyyah 1-4 bulan.

    3. Dipukul : Formalitas jika dianggap akan merubah sikap istri.
  20. * Bagaimana syarat pukulan dalam penanganan nusyuz ?
    1. tidak boleh meninggalkan bekas

    2. tidak boleh memukul wajah atau bagian yang berbahaya

    3. diyakini perbuatan tersebut bisa membuatnya berubah sikap 

    4. bilangan pukulan : 10 pukulan, boleh lebih dari 10 menurut sebagian ulama.
  21. *Apa yang dimaksud dengan syiqaq menurut bahasa dan Istilah ?
    Bahasa : Perpecahan

    Istilah : konflik yang tajam antara suami istri
  22. *Sebutkan landasan hukum Syiqaq !
    • An Nisa ayat 35
    • وَإِنۡخِفۡتُمۡ شِقَاقَ بَيۡنِہِمَا فَٱبۡعَثُواْ حَكَمً۬ا مِّنۡ أَهۡلِهِۦ وَحَكَمً۬امِّنۡ أَهۡلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصۡلَـٰحً۬ا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيۡنَہُمَآ‌ۗإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرً۬ا (٣٥)

    Artinya :

    Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam [5] dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufiq kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (35)
  23. *Bagaimana penanganan Syiqaq ?
    فَٱبۡعَثُواْ : Hakim, tetangga, keluarga

    حَكَمً۬ا : Mediator

    مِّنۡ أَهۡلِهِۦ وَ مِّنۡ أَهۡلِهَآ : dianjurkan dari pihak keluarga suami dan istri
  24. *Bagaimana eksistensi hakam ?
    1. Mediator

    2. Wewenang

    - Mengambil keputusan tanpa izin suami/istri

    - Memediasi sampai mewakili (Mayoritas ulama)
  25. * Sebutkan penjelasan dari istilah teknis hakim, muhakkam, dan hakam !
    - hakim : pengadil yang diangkat resmi oleh pemerintah

    - muhakkam : pengadil yang diberi kepercayaan pribadi oleh yang berperkara

    - hakam : perantara yang diberi kepercayaan untuk menengahi
  26. * Bagaimana pelaksanaan mediasi secara litigasi dan non litigasi ?
    - Litigasi : via pengadilan dengan mediator hakim yang tidak memeriksa pokok perkara maksimal 2 kali pertemuan (PERMA(Mahkamah Agung) No 1 tahun 2007)

    -Nonlitigasi : di luar pengdilan dengan mediator keluarga
  27. *Bagaimana upah ibu menyusui ?
    1. Jika menyusuinya saat menjadi istri, atau talak raj’I maka tidak berhak mendapat upah (Pendapa mayoritas ulama), karena kondisi seperti ini istri mendapat nafkah. Namun, menurut sebagian ulama tetap berhak mendapat nafkah .

    2. Jika menyusui dalam kondisi tidak wajib, seperti seorang syarifah, maka berhak mendapat upah (Malikiyyah)

    3. Jika menyusui tidak berstatus istri atau selesai iddah maka berhak mendapat upah (Mayoritas ulama)
  28. *Apa yang dimaksud dengan hadlonah menurut bahasa dan istilah ?
    Bahasa : Al-Janbu : sisi

    Istilah : Mendidik dan mengasuh anak
  29. *Kepada siapa hak hadlonah diberikan (menurut para ulama) ?
    1. Hanafiyyah dan Malikiyyah : Ibu

    2. Mayoritas ulama : Pengasuh, anak,bapaknya

    3. Sebagian : hak anak
  30. *Sebutkan beberapa kasus hukum hadlonah !
    - Jika yang berhak mengasuh hanya ada satu orang, maka ia harus dipaksa mengasuh

    - jika yang berhak mengasuh lebih dari satu orang, maka salah satunya tidak boleh dipaksa untuk mengasuh

    - Jika istri mengajukan khulu dengan tebusan tidak mengambil hak asuh anak, maka khulu’nya sah tapi hak asuhnya tetap ada.

    - Bapak tidak boleh mengambil hak asuh nak, kecuali ada alas an syar’i
  31. *Sebutkan pengertian ikrah menurut bahasa dan Istilah !
    Bahasa : Memaksa seseorang untuk elakukan sesuatu yang tidak disukainya

    Istilah : menjadikan seseorang tidak memiliki plihan dan tidak mampu menolak sesuatu karena takut.
  32. *Sebutkan syarat-syarat paksaan !
    - Mukrah tidak mampu menolak paksaan

    - ancamannya menyakitkan

    - ancamannya tidak mesti langsung

    - terdapat unsur menzhalimi

    - tidak memiliki hak memaksa
  33. *Sebutkan rukun paksaan !
    1. Mukrih : pemaksa

    2. mukrah : yang dipaksa

    3. mukrah ‘alayh : intruksi paksaan

    4. mukrah bih : ancaman paksaan
  34. *Apa saja syarat kawin paksa ?
    - tidak ada permusuhan antara ayah dan gadis

    - sang ayah menikahkannya dengan kafa’ah

    - ayah menikahkan minimal mahar mitsil

    - mahar harus dengan valuta yang berlaku

    - suami mampu membayar mahar

    - ayah tidak menikahkannya dengan sseorang yang membuat gadis menderita

    •  
    • Sedangkan menurut Imam Hanafi syaratnya ilat usia dan kondisi psikisnya.
  35. *Bagaimana konsekuensi nikah paksa terhadap akad perkawinan ?
    - Hanafiyah : sah akadnya meskipun dari orang yang tidak berhak

    - jumhur ulama : tidak sah akad
  36. *Apa perbedaan darurat dan paksaan dalam perkawinan !
    a. Abu Hanifah dan Abu Yusuf : kerelaan seorang perempuan untuk dikawinkan dengan laki-laki ialah kedewasaannya.

    b. Asy-Syafi’i : kerelaan hanya dapat dipaksakan dengan melihat status yaitu gadis atau janda.
  37. *Bagaimana pandanga fiqh dan UU tentang kawin paksa ?
    - Syafi’I : mengakui hak ijbar

    - Auza’I, Abu Tsaur, dan kalangan Hanafiyyah : tidak mengakui hak ijbar, pernikahan yang dilakukan tanpa kerelaan si gadis, maka tdak sah

    - UU perlindungan anak No. 23 Tahun 2002 pasal 26. Kewajiban dan tanggung jawab orang tua telah ditegaskan bahwasanya orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk :

    a. mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak.

    b. menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan bakat dan minatnya.

    c. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.
  38. * Siapakah yang boleh dan tidak boleh dipaksa dalam perkawinan ?
    Janda tidak boleh dipaksa. Sedangkan perawan boleh dipaksa.
  39. *Apa yang dimaksud dengan khiyar menurut bahasa dan Istilah ?
    Bahasa : hak memilih

    Istilah : hak untuk tetap melangsungkan perkawinan atau memutuskan ikatan perkawinan (fasakh)
  40. *Sebutkan sebab-sebab khiyar !
    - cacat

    - tidak mampu membayar mahar dan nafkah

    - khiyar karena kemerdekaan
  41. * Sebutkan khiyar dalam perkawinan !
    1. Ayb : disepakati keberadaannya

    2. majlis

    - jumhur ulama : tidak ada

    - Malikiyyah : ada jika disyaratkan sebelumnya

    3. Syarat :

    - Hanafiyyah, Hanabilah : tidak ada

    - Malikiyyah, syafi’I : ada, namun menjadi tsubut dengan dukhul
  42. *Sebutkan khiyar khusus dalam perkawinan !
    1. ‘Ayb : disepakati ada

    2. Baligh

    - Mayoritas ulama : tidak ada, kalau akad oleh wali mujbir

    - Hanafiyyah : ada, kalau akad bukan oleh bapak / ‘asabah

    3. ifaqoh

    4. Taghrir : disepakati ada

    5. fawat nafkah : apabila suami tidak bias memberi nafkah (disepakati ada)

    6. fawat mahar : disepakati ada
  43. *Jelaskan sedikit mengenai historisitas perkawinan rasulullah SAW !
    Aisyah adalah satu-satunya istri nabi Muhammad yang masih gadis pada saat dinikahi. Aisyah dinikahi pada tahun 620 M. Dinikahkan di Mekkah sebelum hijrah, tetapi setelah wafatnya Siti Khadijah.

    Hadits mengenai umur Aisyah diriwayatkan oleh Hisyam bin Urwah yang diidentifikasi dha’if.
  44. *Bagaimana batasan usia perkawinan menurut fiqh !
    Laki-laki baligh dengan keluarnya air mani sedangkan wanita dengan menstruasi, menurut Imam Syafi’i usia haid dapat terjadi minimal usia 9 tahun. Abu hnifah berpendapat bahwa usia baligh bagi anak laki-laki adalah 18 tahun, sdangkan untuk anak perempuan adalah 17 tahun.
  45. * Bagaimana batasan usia perkawinan menurut hukum positif ?
    Menurut UU No. 1 Tahun 1974 pasal 7 ayat 1 laki2 19 tahun, sedangkan perempuan 16 tahun.
  46. *Bagaimana wewenang wali dalam perkawinan usia dini ?
    Fuqaha sepakat membolehkan wali mnikahkan anaknya yang masih kecil. Menurut Imam syafi’I ada syaratnya, bagi laki-laki akan menimbulkan maslahat, sedangkan bagi istri tidak ada permusuhan antara wali dan anak.
  47. *Bagaimana pandangan para ulama dan landasan hukumnya mengenai pernikahan dini ?
    Ulama fiqh menanggapnya sah dan boleh. Dengan landasan surat At- Thalaq ayat 4

    وَٱلَّـٰٓـِٔى يَٮِٕسۡنَ مِنَ ٱلۡمَحِيضِ مِننِّسَآٮِٕكُمۡ إِنِ ٱرۡتَبۡتُمۡ فَعِدَّتُہُنَّ ثَلَـٰثَةُ أَشۡهُرٍ۬وَٱلَّـٰٓـِٔى لَمۡ يَحِضۡنَ‌ۚ وَأُوْلَـٰتُ ٱلۡأَحۡمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنيَضَعۡنَ حَمۡلَهُنَّ‌ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مِنۡأَمۡرِهِۦ يُسۡرً۬ا (٤)


    Artinya :

    Dan perempuan-perempuan yang tidak haidh lagi [monopause] di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu [tentang masa idahnya] maka idah mereka adalah tiga bulan; dan begitu [pula] perempuan-perempuan yang tidak haidh. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (4)
  48. *Apakah ada pemidanaan dalam pelaku perkawinan dini ? sebutkan !
    Fiqh : tidak ada pembahasan tersendiri mengenai pernikahan dini, namun dalam jinayah laki-laki di ta’zir apabila istri belum siap dijima’.

    Menurut hukum positif KUHP pasal 288 dapat tindakan pidana apabila dalam berjima’ menimbulkan luka-luka terhadap perempuan.

What would you like to do?

Home > Flashcards > Print Preview