Syarat Syarat Meraih Kemenangan

Card Set Information

Author:
atd.farhan
ID:
270407
Filename:
Syarat Syarat Meraih Kemenangan
Updated:
2014-04-13 09:26:28
Tags:
bacaan
Folders:

Description:
Dr. Majdi Al-Hilali
Show Answers:

Home > Flashcards > Print Preview

The flashcards below were created by user atd.farhan on FreezingBlue Flashcards. What would you like to do?


  1. Sudah layakkah generasi kita mendapatkan pertolongan dari Allah SWT ?
    Memang, generasi kita masih jauh dalam memperoleh pertolongan dari Allah.Karena di hadapan kita terlihat celah yang lebar antara teori Islam dan spiritnya, yang kita baca, dengar dan antara realita yang ada.
  2. Bagaimanakah orang-orang yang merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an ?
    Siapapun yang merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an, maka Allah azza wa jalla meletakkan syarat mendasar bagi kemenangan orang-orang muslim atas musuh-musuh mereka, dan mengokohkan mereka di muka bumi. Syarat ini adalah kemenangan bagi mereka.
  3. Apa yang dikatakan Syaikh Qodir mengenai pertolongan Allah ?
    Bagi manusia, juka ia menolong dirinya sendiri maka dia menjadi hamba bagi dirinya sendiri, dan jika ia menolong Allah, maka ia menjadi hamba-Nya.
  4. Pertarungan apakah yang paling sengit ?
    Pertarungan antara seorang hamba dengan nafsunya adalah pertarungan yang paling sengit, asilnya juga akan menentukan perjalanan manusia di dunia dan akhirat.
  5. Apa yang dimaksud dengan pengertian qalbu ?
    Pengertian qalbu menurut para ulama adalah kumpulan perasaan manusia yang terdiri dari rasa cinta, benci, bahagia, sedih, tentram, tenang, gelisah, khusyu', takut, harapan, keluh kesah, keinginan, sayang, cinta, penyesalan dan sebagainya.
  6. Bagaimana Allah memberi tanggung jawab pada hati ?
    • Hti memang diberi tanggung jawab oleh Allah untuk menundukkan semua indera dan perasaan kepada Allah, maka ia menjadikan cinta hanya kepada Allah. Tidak ada seorangpun yang dicintai selain Allah, dan dzat yang tercinta hanyalah Allah, siapapun yang dicintai hanyalah semata-mata karena Allah azza wajalla. 
    • Demikian juga, ia tidak membenci seseorang melainkan membencinya karena Allah.
  7. Untuk apa Allah menciptakan nafsu amarah bissu'i ?
    Allah telah menciptakan nafsu ammarah bissu'i (nafsu yang selalu menyuruh kepada kejahatan) bagi setiap hamba-hambanyayakni untuk menguji sejauh mana kebenaran ubudiyah kepada Allah.
  8. Apa yang dimaksud denngan hawa menurut para ulama ?
    Al-hawa menurut para ulama adalah segala sesuatu yang cenderung pada nafs, setiap nafs tidak meridhai pemilihnya untuk bermujahadah, cederung untuk santai dan memenuhi syahwat, baik yang bersifat hissiyyah seperti syahwat makan, minum, jima;, mengumpulkan harta, dan lain sebagainya, atau yang bersifat ma'nawi seperti menyukai kedudukan, ingin melihat manusia di event-event yang menyenangkan dan tidak ingin dilihat orang di event-event yang tidak menyeangkan, ingin menjadi terkennal, ini diperlihatkan dengan tampilannya.
  9. Apa akibat dari mengikuti hawa nafsu ?
    Bila manusia ingin memenuhi hawa nafsunya semua, maka manusia akan mengalami kehancuran dan itu tidak mustahil
  10. Bagaimana Allah mengingatkan hambanya agar tidak memperturutkan hawa nafsu ?
    • maka orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan menjadikannya sebagai tuhan, atau ia selalu menaati apa yang diperintahkan oleh hawa nafsu, maka Allah berfirman : " ... dan jannganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat-Ku, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaan itu melewati batas (Q.S. Al- Kahfi : 28)
  11. Ayat Al-Qur'an mengenai qabil yang membunuh saudaranya sendiri ?
    "Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, Maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. (Q.S. Al- Maidah : 30)
  12. Bagaimana hakikat sifat nafs ?
    Nifat Nafs adalah jahl (bodoh). Yaitu ingin memenuhi keinginannya dalam waktu yang cepat tanpa melihat akibat-akibatnya. Ketika seorang hamba mengikuti hawa nafsunya, maka sesungguhnya ia tidak tahu kalau hawa nafsu itu mendzaliminya. Tatkala ia mengikuti nafsu, ia mengira akan mendapatkan keinginannya dengan segera dan bahagia, padahal hal itu akan menghancurkannya di kemudian hari.
  13. Bagaimana peran syaithan dalam mempengaruhi manusia ?
    Dalam medan perang syaithan mempunyai peran yang sangat membahayakan antara hamba dan nafs-nya. Sekalipun syaithan tidak bisa berpengaruh terhadap seorang hamba secara langsung, namun ia mempergunakan kebodohan nafs untuk mewujudkan keinginannya. Maka, syaithan menghiasi nafsnya dengan pikiran dan perbuatan yang sesuai dengan hawa nafsunya. Ia terang-terangan dalam menggoda dan menghiasi terhadap nafs sehingga tunduk terhadapnya.
  14. Bagaimana tindakan syaithan setelah mengkafirkan manusia ?
    "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaithan ketika Dia berkata kepada manusia : " Kafirlah kamu", Maka tatkala manusia itu telah kafir, Maka ia berkata : " Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam (Al-Hasyr : 16)
  15. Pasukan apa yang Allah berikan kepada Al-Qalb ?
    Allah azza wa jalla tidak membiarkan qalb sendirian dalam melawan hawa nafsu yang didukung oleh syaithan, namun Allah memberinya pasukan penasehat, dan pasukan itu ialah akal.
  16. Bagaimana keutamaan orang yang berilmu ?
    Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang yang terdekat dengan kalian. (H.R. Tirmidzi)
  17. Bagaimana Qalb antara ketaatan dan kemaksiatan ?
    Ketika hati menaati kewajiban tertentu, maka malaikat menghiasi ketaatannya, sedang akal sesuai kapasitas ilmunya menjalankan tugasnya untuk mendorong melakukan ketaatan itu. Ketika syaithan mengetahui bahwa hati berniat menjalankan ketaatan ini, maka ia mulai membisikkan nafsu supaya hati mempunyai alasan sehingga akan menghalangi untuk menjalankan ketaatannya.

    Apabila seorang hamba memerangi hawa nafsunya dan berniat melaksanakan lalu syaithan melihat hal itu, maka dia tidak akan meninggalkannya, bahkan dia akan selalu menggoda nafsu untuk memenuhi perintahnya. Ia membaus-baguskan ketaatan manusia supaya mereka melihatnya demi menyombongkan dirinya. Ia lupa bahwa Allahlah yang telah menolongnya.
  18. Apa akibat jika manusia ingin dilihat karena ketaatannya ?
    Apabila manusia ingin dilihat karena ketaatannya maka pengaruh ketaatannya itu tidak akan sampai pada puncak keimanan di dalam hati, bahkan sampai pada puncak kesombongan, sehingga efek ini terus tumbuh dan berkembang dalam permukaan hati. Jika takabbur dengan ketaatan maka akan menghasilkan puncak kesombongan di dalam hati, jika membangga-banggakan diri, sombong dan terperdaya dengannya maka tumbuhlah puncak kebohongan, takjub, dan kemunafikan.
  19. Bagaimana jika iman bertambah di dalam hati ?
    Tatkala iman di dalam hati bertambah, maka hati akan bertambah cahanya, dan memungkinkan untuk melihat dengan mata hati dan mendengar dengan bisikan akal. Oleh karena itu, hati mampu untuk beribadah kepada Allah sehingga perasaan tunduk, tawakkal, taubat, takut, dan mengharap kepada -Nya.
  20. Bagaimana jika iman lemah ?
    Jika iman di dalam hati lemah, maka hati akan bertambah tunduk kepada nafsunya dan bertambah pula penghalang antara dia dengan Allah, sehingga akan menghitamkan hati, mengurangi bisikan akal dan malaikat. Dan tidak akan melihat kecuali apa yang dilihat oleh nafsunnya, tidak bisa mendengar kecuali apa yang diingini nafsunya. (35)
  21. Bagaimana pengaruh amal yang sampai ke dalam hati ?
    Seeandainya amal masuk ke dalam hati, maka akan bersinar dan teranglah hatinya, melihat kebenaran dan kebatilan serta bisa membedakan antara wali-wali Allah dan musuh-musuh-Nya. (37)
  22. Apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang yang menginginkan surga ?
    Barangsiapa yang menginginkan surga, maka dia harus mengorbankan dirinya kepada Allah, dan pengorbanan ini tidak akan sempurna kecuali jika dia mengendalikan dan memenangkan semuanya karena Allah. Maka setiap gerak-geriknya, diamnya, berdirinya, dan duduknya ialah karena Allah, bukan karena dirinya sendiri.
  23. Jelaskan secara ringkas syarat kemenangan !
    Ringkasnya, tidak ada kebaikan bagi umat kecuali dengan kebaikan individu, tidak ada kebaikan bagi individu kecuali dengan kebaikan jiwa. Inilah syarat kemenangan.

What would you like to do?

Home > Flashcards > Print Preview